Yuk Cari Tahu Tentang Apakah Keputihan Membatalkan Wudhu

Sudah kodratnya seorang wanita di usia akil balik atau dewasa setiap bulannya akan mengalami siklus masa subur, kondisi ini pada umumnya ditandai dengan munculnya cairan atau lendir berwarna putih susu di area organ itim mereka. Kondisi ini pada masyarakat awam biasa sering disebut dengan istilah keputihan. Menurut Fiqih islam ternyata Ada dua pendapat ulama yang membahas tentang keputihan pada wanita ini. Karena ini menyangkut dengan sah atau tidaknya ibadah seorang muslimah maka timbulnya banyak pertanyaan tentang Apakah keputihan membatalkan wudhu atau tidak?.

Baiklah mari kita uraikan lebih jauh lagi, yang dinamakan keputihan berdasarkan sudut pandang medis adalah keluarnya cairan atau lendir dari vagina wanita. Menurut keterangan yang diperoleh dari ilmu medis hal ini terjadi karena ada dua kondisi yang menyebabkannya. Pertama, ini merupakan reaksi yang dialami tubuh seseorang atas perubahan hormon dalam siklus bulanan. Nah ternyata setelah diteliti wanita akan mengalami keputihan pada waktu menjelang menstruasi Atau setelah menstruasi dan selama masa subur.

Kedua keputihan juga bisa timbul pada waktu selain diatas, hal ini biasanya karena penyakit yang penyebab utamanya adalah karena terinfeksi bakteri atau jamur Candida sp.  Bisanya keputihan seperti ini terjadi akibat gangguan jamur atau bakteri dan juga disertai dengan rasa gatal di dalam dan area luar vagina.

Selanjutnya Ada dua pendapat ulama fiqih yang membahas tentang masalah keputihan ini. Jika pertanyaannya apakah keputihan tersebut termasuk dari najis atau tidaknya, maka pendapat terkuat mayoritas para ulama menyatakan bahwa lendir keputihan tersebut tidaklah najis. Hal ini mengacu pada riwayat hadis ‘Aisyah, istri Baginda Nabi Muhammad SAW. ‘Aisyah mengerik sisa mani dari baju Rasululloh yang keluar karena berhubungan badan. Lalu baju tersebut digunakan kembali untuk shalat.

Pendapat lainnya dari para ulama yang ber Mahzab Hambali menyatakan bahwa keputihan tidak termasuk najis atau suci. Karena cairan keputihan tersebut yang keluar dari saluran reproduksi wanita dan saat melahirkan dihukumi suci menurut syariat. Menurut ulama mahzab Maliki pun mengatakan bahwa kesucian itu yakni selama yang keluar bukan darah dan tidak tercampur dengan madzi atau mani pria atau wanita.

Sedangkan pendapat lain dari ulama mahzab Mailiki dan Abu Yusuf serta Muhammad (bin Hasan) dari kelompok murid Abu Hanifah menyatakan jika keputihan adalah najis. Dengan alasan jika kemaluan pria mengenai kemaluan wanita maka hukumnya menjadi najis. Begitu pula kalau memasukkan jari atau kain ke dalam vagina, maka akan menjadi najis. Ulama yang berpendapat bahwa keputihan pada wanita menyebabkan batalnya wudhu ini berdasarkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan ibadah akan tetapi memang secara dalil atau hadisnya masih kurang kuat.

Sehingga, Syekh Mustafa Al-Adawi dalam bukunya AL-Jami’ fii Ahkam An-Nisaa’, jilid 1 halaman 66 tertulis bahwa tidak ada dalil yang jelas dan tegas yang menyatakan bahwa keputihan pada wanita dewasa itu hukumnya najis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputihan tidak bersifat najis. Wallahua’lam. Sehingga tidak membatalkan wudhu. Dan pakaian yang terkena keputihan juga tetap suci dan tidak najis.

Bahkan salah satu ulama besar saat ini dalam videonya yang dapat Anda akses di youtube yakni Ustadz Khalid Basalamah menyatakan bahwa keputihan tidak membatalkan wudhu. Karena tidak termasuk kencing ataupun madzi. Wallahua’lam. Karena hal ini sama sifatnya dengan istihadoh atau keluarnya darah akibat luka. ustadz cenderung pada pendapat  tidak membatalkan wudhu. Namun jika keputihan itu keluar pada saat shalat, maka lebih baik shalatnya diulangi.

Meskipun demikian, pakaian dalam yang terkena keputihan harus tetap dicuci agar bersih. Hal ini juga untuk menjaga agar pakaian dalam Anda tidak lembap yang menjadi sarang bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Terutama demi kesopanan dan kepantasan dalam shalat. Wallahua’lam. Jadi setelah Anda membaca penjelasan di atas tentu Anda akan dapat menjawab pertanyaan apakah keputihan membatalkan wudhu atau tidak.

About Viramaya

Check Also

Cara Menghilangkan Keputihan saat Hamil dengan Daun Sirih

Keputihan timbul karena diakibatkan jamur, biasanya akan lebih banyak terjadi pada saat wanita dalam kondisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Best Health and Wellness Blogs - OnToplist.com