Mencegah Wabah Penyakit Skabies Agar Tidak Menyebar

Skabies ini adalah jenis penyakit kulit yang cepat sekali menularnya, dimana ada komunitas orang berkumpul dan berinteraksi dalam waktu yang lama maka wabah skabies ini pasti akan muncul. Untuk itu perlu pengetahuan yang benar untuk mengatasi wabah ini, karena jika salah penanganan bukan malah hilang tapi akan menjadi tambah luas penularannya.

Begini Cara Agar Penyakit Skabies ini Tidak Menyebar Luar

Pertama semua penghuni baru yang masuk ke fasilitas asrama harus diisolasi dan dilakukan pemeriksaan kulit lengkap terlebih dahulu. Pemeriksaan kulit harus dilakukan dalam waktu 24 jam setelah kedatangan mereka. Tindakan pencegahan seperti kontak langsung bisa diterapkan hingga pemeriksaan kulit dapat diketahui hasilnya.

Setiap ruam kulit yang ditemukan pada penghuni baru perlu didiagnosis lebih lanjut kemudian lakukan penundaan atau perpanjang masa karantina sebelum masuk ke komunitas asrama.  Lakukan protokol standar yang tetap untuk pencegahan. Pendekteksian dini terhadap skabies ini lebih mudah dan lebih murah untuk diterapkanjika dibandingkan dengan mengobati seluruh warga asrama jika wabah telah timbul.

Jika penghuni baru tidak menunjukan gejala dan ciri-ciri penyakit skabies maka mereka bisa langsung masuk ke asrama dan memulai kegiatannya disana.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan jika terjadi kontak dengan orang yang dicurigai terkena skabies dalam asrama adalah yang pertama segera mengkarantina orang yang suspek penyakit skabies ini lalu tindakan pencegahan selanjutnya yang diperlukan adalah mengunakan sarung tangan, baju pelindung dan menghindari kontak kulit dengan sipenderita.

Ini harus terus diterapkan dan di dipertahankan sampai setidaknya 8 jam setelah perawatan. Kemudian selanjutnya anggota asrama yang satu lokasi dengan suspek harus sering menggunakan pembersih tangan/sanitiser yang mengandung alkohol, ini berguna untuk membunuh tungau yang mungkin saja menempel pada tangan saat terjadi interaksi dengan suspek skabies.

Jika seorang anggota asrama setelah didiagnosis ternyata terkena skabies, maka seharusnya kepala asrama atau orang yang bertanggung jawab di fasilitas tersebut harus segera diberitahu sebelum pengobatan dimulai. Kemudian penghuni asrama yang lainpun harus menjalani pemeriksaan menyeluruh agar skabies tidak mewabah.

Sebaiknya hal ini harus terus dilakukan bahkan jika anggota asrama tidak menunjukkan gejala. Terutama sekali di rumah peristirahatan atau panti jompo dikarenakan para penghuninya sering kali lebih tua dan lebih rentan. Mungkin mereka tidak mengeluhkan rasa gatalnya. Jika satu anggota asrama saja yang didiagnosis dengan skabies, maka perlu diobati dengan pengobatan jenis topikal saja.

Metode Pengobatan Khusus Untuk Penyakit Skabies

Jika ada dua orang atau lebih warga asrama yang terinfestasi maka diutuhkan perawatan terkoordinasi dari pihak pengelola asrama dan juga tamu atau pengunjung yang sering datang. Tanpa koordinasi seperti ini dan jika sudah menjadi wabah maka hampir tidak mungkin untuk dikendalikan. Jika semua warga asrama tidak dapat diobati secara bersamaan, maka pengobatan harus ditunda sampai memungkinkan.

Jika semua anggta yang terdiagnosis skabies bertempat tinggal di dalam lokasi yang sama, maka hanya anggota asrama, staf, dan pengunjung yang sering datang ke lokasi itu saja yang perlu dilakukan pemeriksaan. Namun, jika ada lebih dari satu lokasi yang terkena maka seluruh fasilitas asrama wajib melakukan pemeriksaan secara menyelur terhadap warganya.

Pasien skabies secara individu dapat diobati dengan obat topikal atau oral atau kombinasi. Aplikasi pengobatan topikal ini memakan waktu hingga satu jam per pasiennya. Cara yang paling cepat adalah dengan pengobatan oral yang lebih mudah dan memakan waktu lebih sedikit. Sayangnya pengobatan jenis oral ini biayanya lebih mahal dari pengobatan topikal biasa tentunya pihak asrama harus menyediakan dana lebih untuk wabah ini.

Ketika lebih dari satu anggota asrama terkena, kemungkinan besar anggota lainnya di dalam fasilitas tersebut akan tertular skabies. sakbies jenis kudis berkrusta sangat cepat menular.  Kadang kudis jenis ini ditemukan pada seseroang tanpa gejala, scabies berkrusta ini membutuhkan perawatan dan pengobatan yang ekstra jika dibandingkan skabies jenis lainnya.

Jika sudah terkena gatal dan ruam akibat skabies maka untuk pengobatannya bisa memakan waktu hingga satu bulan. Kemudian untuk menyelesaikan sampai tuntas memerlukan waktu lebih lama lagi bahkan sampai 2 – 3 bulan perawatan. Ketika skabies kambuh lagi dalam asrama dalam beberapa bulan, semua penghuni dan staf harus dilakukan pemeriksaan ulang terlepas dari apakah sebelumnya sudah pernah sembuh.

About Viramaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Best Health and Wellness Blogs - OnToplist.com