Manfaat Madu Alami Sebagai Cara Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh pada Anak

Bagaimana sih cara alami untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada anak.” Hampir 80% populasi orang di Indonesia akan memiliki jawaban yang sama yaitu dengan mengkonsumsi madu alami. Tetapi apa cara ini benar untuk dilakukan? dan berapa jumlah yang harus dikonsumsi? serta berapa kali harus dikonsumsi setiap harinya? Dan hasil atau manfaat lain dari perawatan ini? Pertanyaan ini dapat dijawab oleh para petani dan peternak lebah yang sudah berpengalaman.

Madu Hutan Asli Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anak

Nektar yang dihasilkan dari sarang lebah sarat dengan manfaat besar bagi tubuh anak yang sedang tumbuh berkembang. Dengan cukup memperhatikan komposisi terhadap kandungan madu maka Anda akan mengerti mengapa produk ini baik untuk dikonsumsi anank-anak. Berikut ini kandungan lengkapnya, antara lain:

  • Kandungan air
  • Protein dan Karbohidrat
  • Asam organik (formik, oksalat, laktat, glukonat, butirat, dll.)
  • Asam amino (alanin, leusin, lisin, dll.)
  • Elemen jejak (besi, seng, mangan, tembaga)
  • Makronutrien (natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorin, fosfor)
  • Vitamin (A, B, C, D, E, H, PP dan lainnya)

Kombinasi semua zat di atas terdapat dalam satu sendok madu, yang  akan memberi peluang manfaat terbaik bagi kesehatan tubuh. Tidak ada jenis obat apa pun yang dapat memberikan semua efek dan manfaat terbaik selain produk madu ini. Nektar yang dihasilkan dari sarang lebah sangat berguna bagi manusia secara keseluruhan.

Sebagai tindakan pencegahan, produk madu alami ini secara nyata dapat meningkatkan stamina tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan fisik dan menormalkan fungsi sistem saraf.

Lalu madu jenis apa yang lebih sehat untuk anak? Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini, karena semua varietas nektar lebah memiliki daftar khasiat penyembuhan yang berbeda-bada serta unik. Tetapi kami mencoba untuk membuat peringkat kegunaan madu berdasarkan pengalaman dan informasi yang kami kumbulkan sendiri, akhirnya kami mengidentifikasi 3 jenis madu terbaik untuk anak-anak:

1. Madu akasia – Varietas ini dikenal sebagai yang paling “hipoalergenik”. Selain itu, ia memiliki kandungan fruktosa yang tinggi – bukan glukosa dan sukrosa. Ini menjamin khasiat maksimal yang bermanfaat dengan “kalori manis” yang dikonsumsi minimum. Produk ini juga mengandung beragam vitamin yang diperlukan untuk anak, seperti vitamin: A, B, C, E, H, PP.

2. Madu Linden – Adalah jenis madu yang cocok untuk mempercepat penyembuhan terhadap flu dan pilek. Varietas ini memiliki efek antiinflamasi yang nyata: menenangkan, menghancurkan mikroba, membantu meredakan sakit tenggorokan, dan menurunkan demam. Dan semuanya berkat enzim (diastase, lipase, dan lainnya), serta vitamin B, K, E.

3. Madu soba – Madu jenis ini kaya akan kandungan vitamin (B, C, H, PP), makro-mikro (zat besi, kalsium, fosfor, yodium, seng, dan lainnya). Kekayaan kandungan zat inilah yang memberi nektar lebah warna lebih gelap dari jenis madu lainnya.

Agar proses peningkatan kekebalan tubuh anak menjadi lebih efektif, sebaiknya siapkan obat tradisional berbahan dasar madu. Karena penggunaan bahan-bahan alami sangat baik dan hampir tidak ada efek negatifnya bagi kesehatan anak secara umum. Berikut ini beberapa resep yang mungkin berguna bagi anda, antara lain:

  • Air, madu, lemon – Peras 2 irisan buah lemon ke dalam segelas air hangat, kemudian tambahkan 1 sendok teh madu. Biarkan anak Anda minum minuman ini 2 kali sehari dikonsumsi pada pagi dan sore hari.
  • Madu, lemon, cranberry – Sediakan perasan jus lemon ditambah buah cranberry (500 gr) yang sudah dihaluskan, kemudian tambahkan ½ cangkir madu alami ke dalam campuran tersebut. Berikan pada anak Anda 1 sendok teh 2-3 kali sehari bisa juga dicampurkan kedalam teh.
  • Madu, lemon, jahe – Kupas buah lemon kemudian haluskan, siapkan jahe (50 gr) kupas dan gosokkan pada parutan halus. Tambahkan 200-300 gr madu. Siap untu dikonsumsi 1 sendok teh 2 kali sehari – dalam bentuk murni atau bisa dicampur dengan teh.
  • Madu, kismis merah dan hitam – Sediakan 200 gr kismis merah dan hitam, cuci dan giling sampai halus. Tambahkan 2-3 sendok makan madu. Berikan 1 sendok teh 2-3 kali sehari.

Adapun hasil pengobatan yang efektif tergantung pada metode aplikasinya. Untuk itu lakukan semuanya dengan benar, bila perlu ditulis dan disimpan sebagai catatan penting. Lalu berapa banyak sih madu yang aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak untuk pencegahan terhadap berbagai serangan penyakit :

  • Anak di bawah 6 tahun – 1 sendok teh 1 kali sehari
  • Anak di bawah 12 tahun – 2 sendok teh 1 kali sehari

Berapa banyak madu yang perlu dimakan anak-anak untuk pengobatan:

  • Anak di bawah 6 tahun – 1 sendok teh 2 kali sehari
  • Anak di bawah 12 tahun – 2 sendok teh 2 kali sehari.

Jika Anda menyiapkan obat tradisional berbahan dasar madu untuk bayi, maka obat tersebut harus diberikan 1 sendok teh 2-3 kali sehari, tanpa memandang usia. Madu asli dapat diberikan kepada bayi dalam bentuk murni atau diencerkan dalam segelas air (hangat!). Produk dianjurkan dikonsumsi 30-40 menit sebelum makan.

Efek samping yang perlu dihindari saat mengkonsumsi madu, antara lain”

  • Intoleransi individu terhadap semua produk lebah
  • Gagal hati, ginjal atau penyakit lambung akut
  • Penyakit radang pada saluran pencernaan

Perlu untuk diketahui bahwa dokter tidak pernah menganjurkan pemberian madu kepada anak di bawah usia 3 tahun. Anda belum bisa menentukan secara pasti apakah bayi mengalami alergi atau tidak. Dan, jika gejala intoleransi muncul pada anak-anak mungkin kondisinya akan lebih buruk jika hal ini didalami orang dewasa.

About Viramaya

Check Also

Metode Pengobatan Alami Dengan Madu dan Produk Lebah Lainnya untuk Mengatasi Penyakit Kulit

Kita tahu bahwa selain rasanya yang manis dan lezat, madu yang asli memiliki berbagai manfaat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Best Health and Wellness Blogs - OnToplist.com