Manfaat dan Kegunaan Madu Alami dari Hutan Pohon Akasia

Pada bulan mei yang hangat biasanya udara dipenuhi aroma harum dari bunga pohon akasia, saat inilah dengungan ribuan lebah madu terdengat membuat sarangnya. Gambaran seperti itu hanya dapat ditemukan beberapa minggu dalam setahun, waktu inilah yang ditunggu-tunggu oleh petani lebah untuk segera panen madu.

Hutan akasia masih banyak tersebar di negara kita Indonesia, ini termasuk hutan yang dilindungi oleh pemerintah dan masih banyak ditemukan khususnya di pulau sumatera dan kalimantan. Oleh karenanya madu asli dari pohon akasia masih bisa kita temukan di daerah tersebut.

Karakteristik madu yang dipanen dari pohon akasia sekilas mudah untuk dikenali. Bahkan secara fisik ini sangat berbeda dari varietas madu lainnya. Dari segi warnanya ini tergantung pada pohon akasia mana yang berada di sekitar sarang lebah. Ada madu yang berwarna kuning keemasan dan ada juga madu dari pohon akasia putih, madu itu hampir transparan, dengan sedikit rona keemasan.

Selain itu ada juga jenis madu dari pohon akasia yang berwarna hitam pekat, rasanya pahit dengan ujungnya ada manis-manisnya. Aroma asli dari madu ini pastinya harum, yang merupakan ciri khas dari varietas ini. Dia mengadopsinya dari bunga akasianya.

Madu dari hutan akasia ini merupakan varietas madu yang paling populer dan harganya juga relatif mahal, ini tidaklah mengherankan karena kandungan manfaatnya memang benar-benar sudah diakui sejak dahulu. Lalu apakah sebenarnya yang membedakan madu dari pohon akasia dari varietas madu lainnya:

  • Proses kristalisasinya madu akasia ini lebih lama dari jenis madu murni lainnya, madu akasia yang asli dapat tetap dalam kondisi cair untuk waktu yang lebih lama.
  • Madu hutan akasia sebagian besar mengandung fruktosa, sedangkan glukosa dan sukrosa terkandung dalam jumlah yang lebih kecil.
  • Varietas madu akasia dianggap paling “hipoalergenik” – dimana menurut penelitian, sangat jarang orang yang memiliki reaksi negatif terhadap produk lebah ini.
  • Jumlah persentase fruktosa yang tinggi membuat madu akasia ini menjadi satu-satunya makanan manis yang diizinkan bagi mereka yang menderita diabetes atau sedang diet.
  • Salah satu keunggulan utama madu pohon akasia ini adalah tingginya kandungan vitamin (A, B, C, E, H, PP) dan elemen jejak yang berguna (kalsium, magnesium, kalium, klorin, yodium, seng, natrium, fosfor, besi dan yang lain).
  • Produk lebah satu ini kaya akan kandungan potasium, yang menjadikannya salah satu obat alami paling berharga untuk pasien hipertensi.
  • Asam organik dalam komposisinya minimal. Baik dikonsumsi bagi penderita asam lambung dan masalah saluran pencernaan lainnya.

Inilah beberapa manfaat dan kegunaan dari madu hutan yang diambil dari sarang lebah di pohon akasia:

  1. Untuk tubuh secara keseluruhan – memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan suplai energi vital, mengencangkan dan menyegarkan.
  2. Untuk sistem kardiovaskular – meningkatkan sirkulasi koroner, melebarkan pembuluh darah, menormalkan komposisi darah, meningkatkan kadar hemoglobin, membantu berbagai penyakit (hipertensi, anemia, akibat serangan jantung, dll.).
  3. Untuk saluran pencernaan – meningkatkan sistem pencernaan, mempercepat metabolisme, membantu berbagai penyakit (gastritis, tukak lambung dan duodenum, kolitis, dll.).
  4. Untuk hati dan ginjal – menormalkan fungsi hati, memiliki efek diuretik dan antimikroba.
  5. Untuk sistem reproduksi pada pria – meningkatkan potensi dan vitalitas pria, meningkatkan motilitas sperma dan kualitas cairan mani, membantu berbagai penyakit (disfungsi ereksi, prostatitis, infertilitas, dll.).
  6. Untuk sistem reproduksi pada wanita: menormalkan keseimbangan hormonal dan jadwal menstruasi, meredakan nyeri haid, meningkatkan kehamilan, meminimalkan risiko keguguran, membantu berbagai penyakit (erosi serviks, infertilitas, dll.).
  7. Untuk sistem pernapasan: membantu berbagai penyakit (rinitis, bronkitis, radang tenggorokan, asma, TBC).
  8. Untuk sistem saraf: merangsang aktivitas otak, meredakan stres, memiliki efek menenangkan, menormalkan tidur.
  9. Untuk alat visual: meningkatkan penglihatan, membantu berbagai penyakit (konjungtivitis, katarak, dll.).
  10. Untuk kulit: memiliki efek antimikroba, menyembuhkan luka, meredakan peradangan, membantu berbagai penyakit (borok, eksim, neurodermatitis, dll.).
  11. Untuk rongga mulut: meredakan radang gusi, mencegah karies, membantu berbagai penyakit (stomatitis, radang gusi, penyakit periodontal, dll.).

Madu akasia juga diperbolehkan untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes (hanya tipe I dan II), karena hormon insulin tidak diperlukan untuk pemrosesannya. Menurut beberapa penelitian, jika digunakan dengan benar ini akan membantu meringankan dan memperbaikinya.

Selain itu, asupan kalori harian adalah 2200 kkal untuk wanita atau 2400-2800 kkal untuk pria. Anda tidak akan merasa mengantuk setiap selesai mengkonsumsi madu, karena produk ini dapat cepat diserap 100% oleh tubuh, tanpa memerlukan energi untuk diproses.

Nilai kalori inilah yang menjadikan madu akasia direkomendasikan sebagai pemanis utama khususnya bagi orang yang mencoba menurunkan berat badan atau karena alasan lain mengikuti program diet.

Seluruh rahasianya terletak pada kandungan fruktosa yang terdapat dalam komposisi madu akasia lebih dari 40%.  Seperti yang Anda ketahui, komponen ini beberapa kali lebih manis daripada zat lainnya. Pada saat yang sama, lebih mudah diserap daripada sukrosa dan glukosa.

About Viramaya

Check Also

Metode Pengobatan Alami Dengan Madu dan Produk Lebah Lainnya untuk Mengatasi Penyakit Kulit

Kita tahu bahwa selain rasanya yang manis dan lezat, madu yang asli memiliki berbagai manfaat …

Best Health and Wellness Blogs - OnToplist.com