Jenis Makanan Yang Harus dihindari Penderita Kolesterol dan Asam Urat

Banyak orang percaya dan menghindari makanan yang kaya kolesterol karena takut berbahaya bagi kesehatan mereka, padahal tidak semua makanan tersebut berdampak buruk untuk kesehatannya. Selama ini orang cendrung menghindari makanan sehat tapi kaya kolesterol seperti telur karena takut makanan tersebut akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Namun, berdasarkan hasil penelitian terbaru ternyata hasilnya menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, mengonsumsi makanan sehat berkolesterol tinggi tidak akan membahayakan kesehatan mereka. Terlebih lagi, beberapa makanan kaya kolesterol mengandung nutrisi penting yang tidak dimiliki oleh jenis-jenis makanan lainnya.

Kolesterol adalah semacam zat lilin yang ditemukan di tubuh, ini dikarenakan mengkonsumsi makanan dari produk hewani seperti daging, telur dan produk susu. Kolesterol adalah komponen penting dari setiap sel dalam tubuh karena memberikan kekuatan dan fleksibilitas terhadap membran sel. Hati menghasilkan semua kolesterol yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi, tetapi kolesterol juga dapat berasal dari konsumsi produk hewani.

Karena kolesterol tidak bercampur dengan baik dengan cairan (darah), ia dibawa oleh partikel yang disebut lipoprotein, termasuk lipoprotein densitas rendah dan tinggi – atau LDL dan HDL. LDL sering disebut sebagai “kolesterol jahat” karena dikaitkan dengan penumpukan plak di arteri, sedangkan HDL (“kolesterol baik”) membantu mengeluarkan kelebihan kolesterol dari tubuh. Hanya sekitar 25% kolesterol dalam tubuh Anda berasal dari sumber makanan. Sisanya diproduksi oleh hati Anda.

Meskipun beberapa penelitian hasilnya menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak perlu menghindari kolesterol dalam makanannya, namun perlu diingat bahwa tidak semua makanan yang mengandung kolesterol itu sehat. Berikut adalah 7 jenis makanan yang tinggi kolesterol sehat dan 4 jenis makanan yang harus dihindari, antara lain:

7 Jenis makanan kolesterol tinggi yang sangat bergizi

1. Telur

Telur adalah salah satu makanan paling bergizi yang juga tinggi kolesterol, dengan satu telur dapat menyediakan 211 mg kolesterol, atau 70% dari asupan harian yang direkomendasikan. Orang sering menghindari telur karena takut dapat menyebabkan lonjakan kolesterol. Namun, penelitian menunjukkan bahwa telur tidak memiliki efek negatif pada kadar kolesterol dan makan telur utuh dapat menyebabkan peningkatan HDL pelindung jantung.

Selain kaya kolesterol, telur merupakan sumber protein yang sangat mudah dicerna dan kaya nutrisi bermanfaat seperti vitamin B, selenium, dan vitamin A. Penelitian telah menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi 1-3 telur per hari sangat aman untuk orang sehat.

2. Keju

Satu porsi keju 1 ons (28 gram) menyediakan 27 mg kolesterol, atau sekitar 9% dari asupan harian yang direkomendasikan. Meskipun keju sering dikaitkan dengan kadar kolesterol tinggi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa keju tinggi lemak tidak memberikan efek negatif terhadap kadar kolesterol.

Berbagai jenis keju memiliki nilai gizi yang berbeda-beda, tetapi sebagian besar keju mengandung kalsium, protein, vitamin B, dan vitamin A yang tinggi.

3. Kerang

Kerang, termasuk kepiting, dan udang merupakan sumber protein, vitamin B, zat besi, dan selenium yang sangat baik. Mereka juga tinggi kolesterol. Misalnya, satu porsi udang 85 gram menyediakan 166 mg kolesterol, yang lebih dari 50% dari asupan harian yang direkomendasikan. Selain itu, kerang mengandung senyawa bioaktif seperti antioksidan karotenoid dan asam amino taurin, yang membantu mencegah penyakit jantung dan menurunkan kolesterol “jahat” LDL.

4. Steak

Steak daging yang berasal dari sapi yang dibesarkan di padang rumput kaya akan protein serta vitamin dan mineral penting seperti vitamin B12, seng, selenium, dan zat besi. Ini memiliki lebih sedikit kolesterol daripada daging sapi penggemukan dan secara signifikan lebih tinggi asam lemak omega-3, yang memiliki sifat anti-inflamasi.

Satu porsi 4 ons (112 gram) steak yang dibesarkan di padang rumput mengandung sekitar 62 mg kolesterol, atau 20% dari asupan harian yang direkomendasikan. Meskipun daging olahan memiliki hubungan yang jelas dengan penyakit jantung, beberapa penelitian berbasis populasi besar tidak menemukan hubungan antara konsumsi daging merah dan risiko penyakit jantung.

5. Jeroan daging

Organ daging yang kaya kolesterol, seperti jantung, ginjal, dan hati, sangat bergizi. Misalnya, jantung ayam merupakan sumber antioksidan kuat CoQ10, serta vitamin B12, zat besi, dan seng. Ini juga tinggi kolesterol, dengan porsi 2 ons (56 gram) menyediakan 105 mg kolesterol, atau 36% dari asupan harian yang direkomendasikan.

6. Ikan Sarden

Produk ini tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga merupakan sumber protein yang enak dan nyaman yang dapat ditambahkan ke berbagai jenis makanan. Satu porsi 3,75 ons (92 gram) ikan kecil ini mengandung 131 mg kolesterol, atau 44% AKG, tetapi juga mengandung 63% AKG vitamin D, 137% AKG. untuk B12 dan 35% dari tunjangan harian yang direkomendasikan untuk kalsium. Terlebih lagi, ikan sarden merupakan sumber zat besi, selenium, fosfor, seng, tembaga, magnesium, dan vitamin E yang sangat baik.

7. Yoghurt.

Yoghurt merupakan makanan yang kaya kolesterol dan kaya nutrisi seperti protein, kalsium, fosfor, vitamin B, magnesium, seng, dan potasium. Satu cangkir (245 gram) yogurt penuh lemak mengandung 31,9 mg kolesterol, atau 11% dari asupan harian yang direkomendasikan.

Studi menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi susu fermentasi penuh lemak dikaitkan dengan kolesterol LDL “jahat” yang lebih rendah dan tekanan darah, serta penurunan risiko stroke, penyakit jantung, dan diabetes. Selain itu, produk susu fermentasi seperti yogurt baik untuk kesehatan usus karena secara positif memengaruhi bakteri usus yang menguntungkan.

4 Jenis makanan kolesterol tinggi yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan

8.Gorengan.

Makanan yang digoreng seperti daging panggang dan stik keju mengandung kolesterol tinggi dan harus dihindari, karena mereka kaya akan kalori dan mungkin mengandung lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan membahayakan kesehatan. Selain itu, tingginya konsumsi gorengan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

9. Fastfood atau Makanan cepat saji.

Makanan cepat saji merupakan faktor utama berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Mereka yang sering mengonsumsi makanan cepat saji cenderung memiliki kadar kolesterol lebih tinggi, lemak perut lebih banyak, tingkat peradangan lebih tinggi, dan regulasi gula darah terganggu.

10. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, bacon dan hotdog merupakan makanan berkolesterol tinggi yang sebaiknya dibatasi. Mengkonsumsi daging olahan telah dikaitkan dengan peningkatan penyakit jantung dan jenis kanker tertentu, seperti kanker usus besar.

11. Makanan penutup

Kue, es krim, kue kering, dan makanan manis lainnya adalah makanan yang tidak sehat yang cenderung tinggi kolesterol, serta mengandung gula, lemak tidak sehat, dan kalori. Sering mengonsumsi makanan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan dan menyebabkan penambahan berat badan.

Hasil penelitian mengaitkan konsumsi gula dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, penurunan kognitif, dan beberapa jenis kanker. Selain itu, makanan ini tidak memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang, termasuk vitamin, mineral, protein, dan lemak sehat.

About Viramaya

Check Also

Apakah yang Dimaksud dengan Kolesterol itu? Berikut ini Penjelasannya

Penyakit kolesterol adalah jenis ganggguan kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat terutama di kehidupan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *