Apakah Ada Orang Yang Alergi Terhadap Madu? dan Bagaimana Mengatasinya?

Madu salah satu produk lebah yang utama, bermanfaat untuk pengobatan alami yang terbukti nyata. Produk ini memiliki efek positif pada kerja semua organ, memperkuat sistem kekebalan, meredakan gejala mabuk dan toksikosis, membantu melawan kanker dan masih banyak lagi. Maka beruntunglah jika Anda tidak alergi terhadap madu, lalu apakah ada orang yang alergi dengan produk lebah yang satu ini?

Berdasar hasil penelitian ternyata kurang dari 10% populasi dunia ini menderita intoleransi terhadap madu dan berbagai produk lebah lainnya. Berikut ini orang yang termasuk dalam kategori risiko khusus, antara lain yaitu: Anak kecil, ibu hamil, penderita asma. Anak-anak dianjurkan untuk memberikan madu pertama kali pada usia 3 tahun keatas.

Apakah ibu hamil bisa juga alergi terhadap madu? jawabannya adalah “Ya”, tapi jika sebelum hamil mereka diperbolehkan boleh untuk mengkonsumsi madu, ini berlaku untuk mereka yang sudah pernah memakannya dan yakin tidak alergi. Di antara orang yang menderita asma, rinitis alergi atau rinitis kronis, orang yang punya penyakit ini cendung alergi terhadap madu. Ini disebabkan karena kekebalan tubuhnya yang melemah dan gangguan pada saluran pencernaan.

Alergi madu dianggap identik dengan intoleransi individu terhadap produk lebah. Namun belakangan ini para peneliti menemukan bahwa produk madu itu sendiri yang menyebabkan reaksi iritasi tubuh, tetapi ini disebabkan dari serbuk sari tanaman yang terkandung di dalamnya. Dalam hal ini, Anda bisa mencoba mengganti jenis madu yang biasa di konsumsi dengan jenis madu lainnya. Jika alergi tetap terjadi mungkin Anda memiliki intoleransi terhadap serbuk sari tanaman yang berbeda.

Adapun gejala Alergi terhadap madu diwujudkan dengan munculnya tanda sebagai berikut:

  • Munculnya tanda pada permukaan kulit seperti kemerahan, ruam, gatal dan kadang bengkak.
  • Pada sistem pernapasan terjadi bersin terus menerus atau keluar cairan dari hidung, kesulitan bernapas, batuk parah, nyeri di paru-paru, sakit tenggorokan.
  • Pada sistem saluran pencernaan mengalami gangguan sakit perut, mual, muntah, diare.
  • Kondisi tubuh secara umum muncul gangguan sakit kepala, demam, gangguan pendengaran, penurunan tekanan, keringat berlebih, pucat, rasa haus yang tidak biasa.an umum orang tersebut.

Banyak orang salah mengira bahwa reaksi yang menyakitkan pada tubuh mereka itu sebagai gejala alergi terhadap madu. Faktanya, bukan karena madu itu sendiri, tetapi disebabkan oleh faktor sampingan dari pengumpulannya, seperti ketidakpatuhan terhadap standar sanitasi pemeliharaan dan perawatan lebah termasuk perawatan kimia pada sarang lebah oleh peternak yang overdosis dalam penggunaannya. Konsumsi saja dalam jumlah kecil atau coba dapatkan produk dari peternak lebah lain yang lebih tepercaya untuk mendapatkan jenis madu yang berbeda.

Bagaimana cara memeriksanya? Ada dua cara yang dapat membantu Anda mengetahui jika terjadi alergi terhadap produk madu dengan benar, antara lain:

  • Ambil ½ sendok teh madu dan masukkan ke dalam mulut Anda, tetapi jangan ditelan. Tahan seperti ini selama 10-15 menit. Jika Anda tidak merasakan sensasi menggelitik atau gejala tidak menyenangkan lainnya, maka kami memberikan lampu hijau untuk bisa mengkonsumsinya. Tetapi jika terjadi iritasi segerabilas mulut Anda, berkumur-kumur dengan air sebanyak-banyaknya.
  • Oleskan sedikit produk ke kulit – sebaiknya di lekukan siku atau di area pergelangan tangan. Di tempat-tempat ini, kulitnya paling halus, sehingga reaksinya tidak akan lama. Jika dalam waktu setengah jam Anda tidak memiliki gejala alergi terhadap madu, maka produk alami tersebut dapat Anda konsumsi.

Alergi jangan dianggap enteng, Anda perlu tahu pertolongan pertama terhadap kondisi seperti ini. Saat gejala pertama muncul, segera minum obat dan hubungi dokter. Jika reaksi tubuh membuat dirinya terasa sangat akut seperti muncul bengkak parah, pernapasan jadi melambat atau bahkan sampai pingsan maka perlu segera untuk pergi ke unit gawat darurat di RS terdekat.

Jenis obat alergi dapat dibagi menjadi dua, yaitu antihistamin dan eksternal. Yang pertama menyediakan pemberian oral dan akan membantu meredakan gejala setelah 1/2 jam kejadian.

Pengobatan eksternal dengan salep yang cocok dengan Anda jika iritasi terjadi pada kulit. Sebelum menggunakan produk farmasi apa pun, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter Anda.  Tidak wajib di jalur pengobatan adalah penolakan semua jenis madu. Harap dicatat bahwa jika terjadi intoleransi individu, Anda tidak boleh menggunakan produk ini dengan alasan apapun baik dalam makanan maupun secara eksternal.

About Viramaya

Check Also

Madu Merupakan Obat Alami Terbaik untuk Mengatasi Penyakit Usus dan Lambung

Madu adalah produk lebah terbaik sebagai obat alami untuk penyakit lambung, gastritis dan tukak lambung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Best Health and Wellness Blogs - OnToplist.com